Home

02/03/12

Satu Pesan Yang Sama Untuk Manusia


Pertanyaan Pembuka

1.   Pesan apa yang dimaksud di sini?
2.   Apa kata Injil tentangnya?
3.   Apa kata Al-Qur'an tentangnya?
4.   Bagaimana pendapat Anda tentangnya?
 

Inti Pembahasan

Ketahuilah bahwa sepanjang perjalanan kehidupan manusia, sejak Adam manusia pertama diciptakan, hanya ada satu pesan yang terus menerus disampaikan kepada seluruh umat manusia. Pesan ini terus diingatkan kepada manusia agar mereka kembali ke jalan yang benar melalui perantaraan utusan-utusan Allah yaitu para nabi dan rasul. Para nabi dan rasul seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad kesemuanya diutus dengan membawa pesan yang sama yaitu:
"Tuhan sebenarnya hanya ada satu, Ia wajib disembah dan dijalankan perintah-Nya"



          TUHAN SANG PENCIPTA
       Mengutus                                             Membawa Pesan  

---------------------  Adam                              Tuhan hanya satu
---------------------  Nuh                                 Tuhan hanya satu
---------------------  Ibrahim                           Tuhan hanya satu
---------------------  Musa                              Tuhan hanya satu
---------------------  Isa                                 Tuhan hanya satu
---------------------  Muhammad                      Tuhan hanya satu


Tuhan sang pencipta mengutus nabi-nabi besar seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad ‘alaihimussalam seperti halnya para nabi dan para rasul yang lain, untuk menjalankan beberapa tugas yang diberikan. Diantaranya:
1.   Menerima petunjuk dari Tuhan kemudian menyampaikannya kepada manusia.
2.   Menyampaikan pesan bahwa Tuhan hanyalah satu.
3.   Sebagai suri tauladan yang baik bagi umatnya.
4.   Memerintahkan umatnya agar takut kepada Tuhan dengan menjalankan segala perintah yang datang dari Tuhan.
5.   Mengajarkan kepada para pengikutnya ajaran agama, prinsip-prinsip akhlak, berperilaku dan berbagai hal yang bersifat keduniawian.
6.   Untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, orang-orang yang tidak patuh kepada perintah Tuhan, juga kepada orang-orang yang menyembah berhala.
7.   Untuk mengingatkan perihal tujuan akhir perjalanan mereka yaitu hari kiamat, juga mengingatkan apa-apa yang bisa membawa seseorang masuk ke surga dan apa saja yang membawa ke neraka.

Jadi Tuhan yang mengutus para nabi dan para rasul itu adalah Tuhan yang sama. Dia-lah Tuhan yang telah menciptakan manusia, hewan, dan segala benda yang ada. Dia-lah Tuhan yang sesungguhnya yang telah menciptakan seluruh alam semesta ini berikut apa saja yang ada didalamnya. Dia-lah Tuhan yang menciptakan kehidupan, kematian, dan kebangkitan setelah kematian.

Keesaan Tuhan sebagai pencipta ini sungguh teramat jelas dan mudah untuk ditemukan di dalam kitab-kitab suci umat Yahudi, Nasrani, Muslim dan selainnya.

Dengan mempelajari konsep ketuhanan yang terdapat dalam Bibel ataupun Al-Qur'an, niscaya seorang pencari kebenaran yang benar-benar tulus dan objektif tentunya akan mampu menemukan karakter-karakter khusus yang hanya dimiliki oleh Tuhan saja.

Berikut adalah contoh beberapa karakter khusus yang dapat dijadikan standar untuk membedakan antara Tuhan sejati dengan selain-Nya yang tidak pantas dijadikan tuhan:
1.   Tuhan itu haruslah menciptakan dan bukan diciptakan.
2.   Tuhan itu haruslah cuma seorang diri (tunggal/esa), tidak tiga atau lebih. Tuhan tidak punya pasangan atau orang yang menyamai diri-Nya.
3.   Tuhan tidaklah bisa dilihat. Tidak ada seorang pun yang bisa melihat-Nya di dalam kehidupan dunia ini. Tuhan tidaklah berwujud atau menjelmakan diri menjadi sesuatu.
4.   Tuhan itu haruslah hidup abadi. Tuhan tidak bisa mati atau berubah-ubah.
5.   Tuhan itu tentulah tidak membutuhkan ibu, istri atau anak. Tuhan juga tidak membutuhkan makanan, minuman atau pertolongan. Bahkan sebaliknya Tuhanlah yang dimintai pertolongan.
6.   Tuhan memiliki sifat-sifat yang sempurna dan tidak ada yang menyamai-Nya dalam sifat-sifat itu. Tidak ada penggambaran, baik itu manusia maupun hewan yang bisa dinisbatkan kepada-Nya.

Kita bisa menggunakan kriteria-kriteria di atas—yang mana tentunya hanya milik Tuhan semata –untuk dijadikan standar untuk menimbang dan menolak ketuhanan apa saja yang diklaim sebagai tuhan.

Sekarang mari kita kembali membincangkan tentang pesan besar yang telah kita sebutkan di atas tadi sekaligus kita akan menyampaikan beberapa ayat baik dari Bibel maupun Al-Qur'an yang menyatakan tentang keesaan Tuhan.

Tapi sebelum itu saya ingin menyampaikan sebuah uneg-uneg berikut:



 
Sebagian umat Kristiani mungkin terheran-heran dengan pembahasan ini dan mengatakan: "Tentu saja Tuhan itu satu. Kami pun mengimani keesaan Tuhan. Jadi apa yang perlu dibahas lagi?"


Akan tetapi berdasarkan pada pembacaan dan penelitian beberapa buku-buku umat Kristiani dan berdialog dengan banyak orang Kristen, saya pun menjadi mengerti bahwa yang dimaksud dengan satu tuhan bagi mereka ialah:
1.   Tuhan Ayah
2.   Tuhan Anak
3.   Tuhan Roh Kudus

Jadi, berdasarkan pada akal sehat dan logika mudah seorang pencari kebenaran yang tulus dan jujur akan berkata:
-  Apa maksud kalian mengatakan Tuhan itu satu sementara di waktu    
 yang sama kalian menunjuk kepada tiga orang?
- Yang manakah yang benar, Tuhan itu ada satu dalam tiga orang; ataukah Tuhan itu ada tiga dalam satu orang?

Kemudian ditambahkan pula dengan tetap berdasarkan pada akidah kepercayaan umat Kristiani, bahwa ketiga Tuhan ini memiliki identitas, rupa, peran dan tugas yang berbeda satu dengan lainnya, yaitu:
1.   Tuhan Ayah sebagai sang pencipta
2.   Tuhan Anak sebagai sang juru selamat
3.   Tuhan Roh Kudus sebagai penasihat.

Tapi, jika memang Isa/Yesus yang diyakini umat Kristiani sebagai Tuhan Anak atau sebagai anak Tuhan itu merupakan Tuhan sebenarnya atau merupakan bagian tak terpisahkan dari Tuhan sebenarnya, bukankah hal itu bertentangan dengan apa yang dinyatakan di dalam Injil; kitab suci umat Kristiani yang menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa melihat Tuhan atau mendengar suara-Nya?

-  Kamu tidak pernah mendengar suaraNya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat. (Yohanes:5:37)
-  Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia (1 Timotius:6:16)
-  Tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup. (Keluaran:33:20)

Berdasarkan pada ayat-ayat ini dan naskah-naskah injil lainnya, terus-terang saya mempertanyakan: "Bagaimana bisa kita mempertemukan pemahaman antara dogma kepercayaan orang Kristen bahwa Isa/Yesus damai baginya adalah Tuhan, dengan pengakuan Injil sendiri yang mengatakan bahwa Tuhan tidak bisa dilihat dan tidak pula didengar suara-Nya?"

Bukankah sejarah turut berkata bahwa umat Yahudi di saat itu, juga para keluarga dan pengikut setia Isa benar-benar melihat sosok juga mendengar suara Nabi Isa damai banginya (yang kemudian diyakini sebagai Tuhan Anak)?

Apakah ada rahasia atau maksud yang disembunyikan mengenai kebenaran tentang Tuhan sejati, sementara di dalam kitab Injil Tuhan yang sebenarnya dengan tegas memberikan penyaksian: "Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain. Tidak pernah aku berkata sembunyi atau di tempat bumi yang gelap… Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus". (Yesaya:45:19)

Jadi, yang mana yang benar?
Silakan baca ulang ayat-ayat di atas dan renungkanlah!

Sekarang mari kita memulai 'perjalanan' kita mencari kebenaran tentang satu Tuhan sejati dalam Injil dan Al-Qur'an. Dimana di akhir 'perjalanan' kita ini setelah sikap anda yang kritis, tulus hati mencari kebenaran, penuh kejujuran, serta pembacaan mendalam dari buku kecil ini terutama dari ayat-ayat yang disebutkan nantinya, saya ingin tahu reaksi dan pendapat Anda.

 
Agar saya bisa memposisikan diri saya dengan lebih objektif, saya akan menyebutkan ayat-ayat suci tanpa komentar apapun tentangnya.
Silakan baca langsung ayat-ayat tersebut dengan penuh hati-hati, sikap kritis, dan tanpa dimulai oleh prasangka-prasangka.


Tuhan Yang Satu dalam Injil Pernjanjian Lama

-   Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ulangan:6:4)
-   Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh. (Maleakhi:2:15)
-   Supaya kamu tahu dan percaya kepadaKU dan mengerti bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah yang dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juru selamat selain AKU. (Yesaya:43:10-11)
-   Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain AKu. (Yesaya:44:6)
-   Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain AKU! Allah yang adil dan Juru-selamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! Berpalinglah kepada Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan… dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku. (Yesaya:45:21-23)

Ayat-ayat di atas yang diambil dari Injil Perjanjian Lama

Bisakah Anda mengingat yang lain yang mirip dengan ayat-ayat di atas?


Tuhan Yang Satu dalam Injil Perjanjian Baru

-  Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku tentang apa yang baik. Hanya Satu yang baik, itulah, Tuhan. (Matius [versi King James]:19:16-17)
- Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah engkau utus. (Yohanes:17:3)
-  Engkau harus menyembah Tuhan, Allah-mu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti! (Matius:4:10)
- Dengarlah, Hai orang Israel, Allah Tuhan kita, Tuhan itu esa. (Markus:12:29)
-  Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara Allah dan manusia, yaitu Manusia Kristus Yesus. (1 Timotius:2:5)

    
       Bisakah Anda sebutkan ayat-ayat lain yang menyebutkan bahwa Tuhan hanyalah satu (dan bukan tiga)?

Tuhan Yang Satu dalam Al-Qur'an

-  Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa; Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu; Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan; dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia". (Al-Ikhlas:1-4)
- Tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah Aku" (Al-Anbiya:25)
-  Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Al-Maidah:73)
-  Apakah selain Allah ada tuhan (yang lain)? Akan tetapi (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. (An-Naml:61)
-   Apakah ada tuhan (yang benar) selain Allah? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya). (An-Naml:63)
-  Apakah ada tuhan (yang benar) selain Allah? Katakanlah: "tunjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar". (An-Naml:64)





Sungguh! Kesemua ayat-ayat ini bicara mengenai keesaan Tuhan (Tauhid) yang merupakan tema pokok dalam Al-Qur'an.
 




  


Kesimpulan

Semua ayat-ayat di atas ditambah dengan banyak lagi bukti lain yang ditemukan dalam Injil dan Al-Qur'an menegaskan pesan abadi ini; pesan bahwa Tuhan sebenarnya hanyalah satu/esa/tunggal.
Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Aku-lah Allah dan tidak ada yang lain. (Yesaya: 45: 22)
Injil tidak hanya menegaskan bahwa Tuhan hanya satu, tapi juga menyatakan bahwa Tuhan sebenarnya, sang pencipta, Dia jugalah sang juru selamat.
… sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah Tuhan, dan tidak ada juru selamat selain Aku. (Yesaya: 43: 10-11)

Jadi sesuai dengan penegasan-penegasan di atas, semua nama yang dianggap merupakan Tuhan atau dewa seperti Yesus, Roh Suci, Dewa Brahma, Dewa Wishnu, Dewa Shiwa, Dewa Krishna, atau Buddha, bukanlah Tuhan atau perwujudan lain dari Tuhan sejati yang esa. Itu akibat kepercayaan-kepercayaan palsu bahwa setelah orang-orang Yahudi menyembah tuhan selain Tuhan yang sebenarnya "Bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel." (Bilangan:25:3) Demikian pula, Musa menghancurkan patung anak sapi berwarna emas.

Di sisi lain, Essenes, sebuah kelompok orang-orang Kristen permulaan menanggung siksaan dikarenakan mereka menolak untuk mengganti ajaran keesaan Tuhan yang dibawa Yesus dengan bid'ah/heretic Paulus tentang konsep ketuhanan Trinitas.
Ringkasnya, bahwa semua nabi-nabi utusan Tuhan seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad kesemuanya diutus oleh Tuhan yang sama, sang pencipta, dengan misi membawa pesan yang sama yaitu:
"Tuhan sebenarnya hanya ada satu, Ia wajib disembah dan dijalankan perintah-Nya"

Bila para nabi dan para rasul utusan Tuhan itu mengajarkan satu pesan yang sama, itu berarti agama mereka jugalah sama. Lantas, agama apakah itu?

Ketundukan (submission) kepada apa yang dikehendaki Tuhan adalah hal penting yang terkandung dalam pesan yang dibawa para nabi itu. Kata ketundukan di sini artinya Islam (dalam bahasa Arab).

Al-Qur'an telah menegaskan bahwa Islam adalah agama sebenarnya dari para nabi dan para rasul utusan Tuhan. Kebenaran yang disampaikan Al-Qur'an ini juga dapat dilacak di dalam kitab suci Injil

Akhirnya, agar mendapat keselamatan, kita mestilah menerima dan mempercayai dengan pesan yang telah disebutkan di atas tadi dengan sepenuh hati. Tapi meskipun demikian, menerima dan mempercayai saja belumlah cukup. Kita juga harus mempercayai kepada semua nabi utusan Tuhan (termasuk didalamnya Muhammad) dan kemudian mengikuti arahan dan ajaran mereka. Inilah pintu gerbang untuk selamat dan bahagia dalam kehidupan yang abadi.

Jadi, jika kamu memang seorang pencari kebenaran sejati juga seorang yang menghendaki keselamatan, kamu harus mempertimbangkan ini semua sekarang sebelum kamu mati! Mati bisa saja sangat dekat dengan kita, siapa yang tahu?!

Satu hal lagi….

Sebuah Gagasan Akhir!

Orang-orang yang penuh kesungguhan, kejujuran, keobjektifan, ketebukaan pikiran dalam mencari kebenaran sejati, dan setelah melakukan sikap kritis terhadap satu pesan ini, mungkin akan muncul pertanyaan seperti di bawah ini:
- Jadi, yang mana yang benar itu?
- Apa yang bisa kulakukan?
Anda bisa mempercayai dengan sungguh-sungguh hanya kepada Tuhanmu yang satu yaitu Allah, kamu juga bisa percaya kepada rasul yang terakhir diutus olehNya, dan ucapkanlah kalimat-kalimat dibawah ini:

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang layak disembah selain Allah. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Kalimat persaksian di atas ini adalah langkah pertama menuju kehidupan abadi dan kunci sebenarnya untuk mendapatkan surga.

Jika Anda memutuskan untuk menempuh jalan ini, Anda bisa menghubungi teman-teman Muslim Anda, Pusat Kegiatan Keislaman (Islamic Center) yang terdekat di kota Anda.

Ya, Anda pasti bisa melakukannya !!!


Beberapa Definisi Ringkas dari Istilah-Istilah yang Ditemukan Dalam Islam
Allah
Nama Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Pencipta. Allah adalah Tuhan yang sebenarnya bagi semua manusia, baik itu orang-orang Yahudi, Kristen, Muslim, Hindu, dll).

Muhammad
Nabi terakhir yang diutus oleh Tuhan kepada manusia.

Islam
Ketundukan kepada apa yang dikehendaki Sang Pencipta yaitu Allah. Seorang manusia bisa mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya dan ketenangan jiwa hanya dengan tunduk dan patuh kepada Tuhan sejati.

Muslim
Orang yang tunduk kepada apa yang dikehendaki Allah Sang Pencipta.

Al-Qur'an
Kata-kata / Kalam Allah yang diungkapkan melalui Nabi Muhammad.


Karya Penulis Yang Lain

1.   Serial Mencari Kebenaran:
-         Siapa Dia?
-         Apa karakter-Nya?
-         Satu Pesan Yang Sama
-         Inilah Kebenaran Itu
-         Apa yang Salah?
-         Keindahan Islam
-         Islam dari A sampai Z
-         Apa Langkah Selanjutnya?
2.   Buku lain yang akan terbit:
-         Kunci Menggapai Kesuksesan dan Kebahagiaan
-         Satu Surat ke Surga
-         Mengapa harus Kita?
3.   Karya lainnya:
-      Acara TV pekanan (menggunakan Creative Power Point dan sarana internet)
-         Episode TV dalam bentuk video dan audio
-         Kuliah Umum tentang Islam


Untuk informasi lebih lanjut, baik itu pertanyaan, saran, kritikan, silakan tanpa sungkan menghubungi penulis: Dr. Naji Arfaj



Telpon: +96655913113
P.O. Box 418 Hofuf, Ahsa 31982 Arab Saudi

Situs-situs bermanfaat untuk mengenal agama Islam:

Apa Keistimewaan Agama Islam


Kenapa Orang-orang Islam menyangka bahwa Agamanya adalah agama yang paling benar ? apakah ada alasan-alasan yang meyakinkan ?
Segala puji hanya milik Allah semata,
Penanya yang terhormat, dari pertanyaan anda sepertinya anda adalah orang yang belum masuk Islam, akan tetapi bagi orang yang telah lama meyakini dan mengamalkan agama ini, mengetahui secara jelas kenikmatan yang didapatkan dalam kehidupannya karena ia hidup dibawah naungan agama yang mulia ini. Hal tersebut dikarenakan banyak sebab, diantaranya :
1. seorang muslim beribadah hanya kepada Tuhan yang Maha Esa, tidak mempersekutukan dengan yang lainnya, mempunyai nama-nama nan indah, sifat-sifat mulya. Sehingga seorang muslim menyatukan wajah dan tujuannya hanya kepada-Nya. Percaya kepada-Nya sebagai Pencipta, bertawakkal dan memohon pertolongan, kemenangan dan kekuatan hanya kepada-Nya semata. Dan dia beriman bahwa Tuhannya mampu terhadap segala sesuatu, tidak memerlukan istri, anak. Menciptakan langit dan bumi. Dia Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, Pencipta dan Pemberi rezki, maka seorang hamba akan memohon rizki kepada-Nya. Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan permintaan, sehingga seorang hamba akan memohan agar dikabulkannya. Maha Penerima Taubat, Maha Kasih dan Sayang, akan senantiasa menerima taubat hamba-hambanya manakala berbuat dosa dan lalai akan ibadahanya. Maha Mengetahui, Maha Mendeteksi dan Maha Melihat yang mengetahui niatan dalam hati dan hal-hal yang tersembunyi, sehingga seorang hamba akan malu dikala akan melakukan dosa dan berbuat dholim kepada diri dan orang lain. Karena Tuhannya melihat dan mengetahuinya. Dia juga mengetahui bahwa Tuhannya adalah Maha Bijaksana, sehingga percaya akan pilihan dan ketentuan  Tuhan yang diberikan kepadanya. Tuhannya tidak akan berbuat dholim hambanya, dan setiap ketentuan  yang di tentukan-Nya baginya adalah baik semua meskipun dia tidak mengetahui hikmah dibalik itu semua. 
2. Dampak yang dirasakan pada jiwa seorang muslim dari melaksanakan ibadah-ibadah islamiyah. Seperti ibadah sholat, merupakan jalinan hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya, manakala dilaksanakan dengan khusyu', akan terasakan ketenangan dan kedamaian. Karena dia pasrahkan semuanya hanya kepada Allah semata. Oleh karena itu Nabinya Umat Islam Muhammad sallallahu'alaihi wasallam bersabda : " Hiburlah kami dengan shalat. Dan ketika ditimpa masalah, bersegerah menunaikan shalat. Dan setiap kali ditimpa musibah, langsung melaksanakan shalat, terasakan kekuatan kesabaran terhadap musibah yang menimpanya. Karena dia melantunkan Kalam Tuhannya dalam shalat. Sementara dampak Kalam Tuhan tidak bisa dibandingkan dengan dampak ucapan manusia. Jikalau nasehat dan ucapan para dokter kejiwaan kita mendapatkan ketenangan dan keringanan beban, apalagi kalam Tuhan yang menciptakan Dokter Kejiwaan tadi.
Kalau kita ambil ibadah zakat yang merupakan salah satu rukun islam. Ia sebagai pembersih jiwa dari rasa kekikiran dan kebakhilan, dengan membiasakan kedermawanan dan membantu para fakir dan kaum papa. Dan akan mendapatkan pahala yang bermnafaat nanti pada hari kiamat sebagaimana ibadah-ibadah lainnya. Zakat juga tidak perlu mengeluarkan yang banyak harta sampai membuat payah seperti pajak. Akan tetapi dia mengeluarkan dari 1000 hanya 25 saja. Dikeluarkan oleh seorang muslim dengan senang hati tanpa harus lari darinya meskipun tidak ada yang menyusulnya seorangpun juga. 
Sementara puasa adalah mencegah dari makan dan berhubungan badan. Sebagai ibadah kepada Allah dengan adanya perasaan kebutuhan orang-orang yang lapar. Begitu juga sebagai pengingat akan nikmat Al-Kholiq ( Allah ) terhadap makhluk-Nya. Dengan diberi balasan pahala tanpa batas.
Dan Haji ke Baitullah Al-Harom yang dibangun oleh Nabi Ibrohim 'alaihissalam, komitmen dengan perintah Allah, dan doa yang dikabulkan di sana. Sekalian bisa saling mengenal umat islam dari penjuru dunia.
3. Sesungguhnya Islam telah memerintahkan semua kebaikan dan melarang semua kemunkaran. Memerintahkan semua adab dan akhlak nan mulia seperti : kejujuran, lemah lembut, tawadhu', malu, menepati janji, menghormati dan menyayangi, berbuat adil, berani, sabar, menyatukan hati, menerima rezqi dengan apa adanya ( qana'ah ), iffah ( menjaga diri ), berbuat baik, memaafkan, amanah, mengucapkan terima kasih terhadap kebaikan, menahan marah, memerintahkan berbakti kepada kedua orang tua, silaturrohim, menolong orang miskin, berbuat baik terhadap tetangga, menjaga harta anak yatim dan merawatnya, sayang terhadap anak kecil dan menghormati orang yang lebih tua, berbuat baik terhadap pembantu dan hewan, menyingkirkan halangan di jalan, ucapan baik, memaafkan dari kesalahan meskipun mampu untuk membalasnya, memberikan nasehat kepada saudaranya sesama muslim, membantu keperluan  saudaranya sesame muslim, memberi kelonggaran membayar hutang bagi yang kesulitan, saling memberikan ucapan kesabaran dan takziyah dikala ditimpa musibah, tersenyum di hadapan orang-orang, menjenguk orang sakit, menolong orang yang didholimi, memberikan hadiah diantara teman, memulyakan tamu, bermuamalah baik dengan istri, memberikan infak kepadanya dan kepada anak-anaknya, memanjangkan janggut, memberikan salam dan minta izin sebelum masuk rumah agar tidak terlihat aurat temannya yang ada dalam rumah.
Kalau orang non islam melaksanakan sebagian dari adab-adab ini, mereka melakukan Cuma sekedar adab secara umum saja, mereka tidak mengharapkan balasan dan pahala dari Allah, begitu juga tidak akan mendapatkan kemenangan di hari kiamat nanti.
Kalau kita ambil contoh apa yang dilarang dalam islam, kita akan dapatkan kemaslahatan kepada individu dan masyarakat. Semua larangan untuk melindungi hubungan antara Tuhan dengan hambanya, antara manusia pada dirinya. Dan antara sesama manusia itu sendiri. Coba kita ambil beberapa contoh untuk menjelaskan hal ini : 
Islam melarang menyekutukan Allah dan beribadah kepada selain Allah, yang mana beribadah kepda selain Allah akan berakibat kehidupan yang sengsara. Melarang mendatangi dukun, tukang ramal, dan melarang membenarkan ucapannya. Melarang sihir yang memisahkan atau menyatukan dua insan. Melarang berkeyakinan bahwa bintang-bintang dan galaksi di langit mempengaruhi kehidupan manusia. Larangan mencela waktu, karena Allah yang mengaturnya. Begitu juga melarang ramalan dari perilaku binatang dan pesimis. Melarang membatalkan amalan, ketika dia beramal karena ingin dilihat, didengar atau ingin mendapatkan sanjungan. Melarang merunduk dan bersujud kepada selain Allah, begitu juga tidak boleh ikut duduk besama orang-orang munafiq atau fasik Cuma karena alasan biar pendekatan kepadanya. Melarang saling melaknat dengan laknat Allah, dengan kemarah-Nya atau dengan Api. 
Melarang kencing di air yang tidak mengalir, membuang hajat di tengah jalan, di tempat naungan orang, di tempat aliran sungai, begitu juga melarang menghadap kiblat atau membelakangi ketika kencing atau buang air besar. Melarang memegang kemaluannya dengan kanan kanan ketika kencing, melarang memberikan salam ketika buang hajat, melarang orang yang baru bangun memasukkan tangannya ke dalam bejana sampai dia mencucinya. Melarang melakukan shalat sunnah waktu matahari terbit, ketika tengah hari, dan waktu terbenam, karena waktu tebit dan terbenam itu diantara dua tanduk syetan. Larangan melakukan shalat ketika makanan sudah disiapkan dan ingin sekali untuk makan, melarang ketika shalat menahan kencing, buang air besar dan buang angin ( kentut ), karena kesemuanya itu akan mengganggu orang yang shalat dan menghilangkan akan kekhusyu’an yang diinginkan.
Melarang mengeraskan suara ketika shalat sampai mengganggu orang lain, melarang meneruskan shalat malam dikala mengantuk, bahkan hendaklah dia tidur kemudian dilanjutkan lagi. Begitu juga dilarang melaksanakan qiyamul lail semalam suntuk apalagi dia sebagai pengikut. Dilarang membatalkan shalat dikala ragu-ragu sampai dia mendengar suara atau mencium bau ( kentut ).
Melarang jual beli dan mengumumkan barang hilang di masjid karena ia merupakan tempat ibadah dan dzikir kepada Allah, maka tidak layak untuk masalah-masalah duniawi di dalamnya. Larangan berjalan cepat ketika sudah dimulai shalat, bahkan berjalan dengan tenang. Larangan untuk bermegah-megahan dengan menghiasi berbagai macam corak warna merah, kuning atau berbagai macam aksesioris dalam masjid yang bisa mengganggu orang-orang yang sedang shalat. Larangan puasa wisol ( terus menyambung ) tanpa henti, begitu juga larangan istri puasa sunnah sementara suaminya ada melainkan dengan seizing suaminya. 
Larangan dalam kuburan dengan membangun diatasnya, meninggikan kuburan, duduk diatasnya, berjalan diantaranya dengan memakai sandal, memberi penerangan, menulis di nisan, membongkarnya dan menjadikan kuburan sebagai masjid. Larangan niyahah (meratapi kematian) menyobek baju dan membentangkan rambut Karena kematian seseorang, melarang mengikuti ahli jahiliyah. Kalau Cuma sekedar memberitahu akan kematian seseorang maka hal itu tidak mengapa. 
Dan larangan makan riba dan semua bentuk perniagaan yang mengandung unsur ketidak jelasan, kebohongan dan tipu daya. Melarang menjual darah, minuman keras, babi, patung dan semua yang diharamkan oleh Allah, maka jual belinya juga diharamkan. Melarang najsy yaitu orang yang menambah harga barang tanpa ada maksud untuk membelinya seperti yang sering terjadi pada lelang barang. Melarang menyembunyikan aib barang ketika menjualnya, menjual barang yang bukan menjadi miliknya, menjual barang yang belum ada di tangan, melarang menjual, membeli atau menawar apa yang telah dilakukan oleh saudaranya. Melarang menjual buah-buahan sebelum masak sehingga selamat dari kerugian, larangan mengurangi takaran dan timbangan, menyimpan barang, melarang patner tanah, kelapa atau yang sejenisnya untuk menjual bagiannya sebelum diberitahukan kepada patner lainnya, memakan harta anak yatim dengan kedholiman, menjauhi hasil undian nasib, judi, ghasb memakai barang tanpa izin, larangan memberi dan mengambil suap, menyita harta orang lain, memakan harta dengan batil, begitu juga mengambilnya untuk dimusnakan, larangan mengurangi hutangnya pada orang-orang, larangan menyimpan barang temuan, atau mengambilnya kecuali untuk diumumkannya, larangan menipu dengan segala macam bentuknya, larangan berhutang dengan niatan tidak ingin mengembalikannya, larangan mengambil harta saudara sesama muslim kecuali dengan kerelaan, dan apa-apa yang diambil dengan perasaan malu maka hal tersebut haram, larangan mengambil hadiah agar mendapatkan syafaat ( bantuan ),  
Larangan tabattul yaitu tidak mau menikah, larangan mengebiri, larangan menggabungkan perkawinan antara dua saudara wanita, atau antara wanita dengan bibi dari bapak dan ibu yang lebih tua atau yang lebih muda, khawatir putus hubungan, larangan nikah syigor yaitu ungkapan seperti kawinkan saya dengan putrimu atau saudara perempuanmu, nanti kamu akan saya nikahkan dengan putriku atau saudara perempuanku, karena hal ini seperti barteran antara dua orang. Hal ini merupakan kedholiman dan diharamkan. Larangan nikah mut'ah ( nikah kontrak ) yaitu nikah dengan kesepakatan kedua belah fihak dan berakhir dengan berakhirnya kesepakatan tersebut. Larangan mendatangi wanita dalam kondisi haid, dibolehkan mendatanginya ketika sudah bersuci, begitu juga dilarang mendatangi lewat dubur, larangan meminang pinangan saudaranya sampai dia membiarkannya atau memberi izin kepadanya, larangan mengawinkan janda kecuali dengan meminta pertimbangan dahulu darinya dan larangan mengawinkan perawan kecuali meminta izin dahulu kepadanya, larangan memberikan ucapan selamat " Birrifa' wal banin ( selamat mendapatkan anak laki-laki ) " karena kebiasaan orang jahiliyah, karena orang jahiliyah dahulu tidak suka terhadap wanita, larangan wanita yang telah dicerai menyembunyikan kandungannya, larangan istri berbicara dengan suami yang jorok, larangan wanita merusak suami orang lain, larangan mempermainkan kata-kata talak / cerai, larangan permintaan wanita terhadap laki-laki untuk menceraikan istrinya, seperti permintaan wanita untuk menceraikan istri laki-laki agar dia bisa menikah dengannya. Larangan wanita berinfak / shodaqah dari uang suaminya kecuali dengan izin suaminya, larangan pisah ranjang dengan suaminya kecuali ada udzur syar'I, kalau tidak ada alasan syar'i maka malaikat akan melaknatnya. Larangan anak mengawini ibu dari bapaknya, melarang laki-laki mendatangi istri yang hamil bukan dari hasil hubungannya, larangan suami melakukan azl ( mengeluarkan mani di luar ) terhadap istrinya yang merdeka kecuali atas kesepakatan darinya, larangan mengetuk pintu rumah malam hari sampai membuat kaget istri, kecuali kalau kedatangannya sudah diberi tahu, maka hal tersebut tidak mengapa, larangan suami mengambil mahar istrinya tanpa kerelaan darinya, larangan menyakiti istrinya agar dia bisa menebus dengan harta.
Larangan wanita untuk tabarruj ( keluar rumah dengan berdandan ), larangan khitan wanita yang berlebihan, larangan wanita memasuki salah satu rumah suaminya kecuali dengan seizinnya. Dan cukup izin secara umum dikala tidak berseberangan dengan aturan islam, larangan memisahkan antara anak dengan ibunya, larangan tidak punya rasa cemburu, memandangan kepada wanita asing dan memandangnya terus menerus.
Larangan memakan bangkai, baik karena mati tenggelam, tercekik, disengat atau jatuh dari tempat yang tinggi, makan darah, daging babi, yang disembelih bukan dengan menyebut nama Allah dan yang disembelih untuk berhala.
Larangan memakan binatang jallalah yaitu binatang yang memakan kotoran, begitu juga dilarang meminum susunya. Larangan memakan binatang yang bertaring, bercakar dari burung, dan memakan daging himar piaraan, dilarang menyiksa binatang sedikit demi sedikit sampai mati, memelihara binatang tanpa memberi makanan, larangan menyembelih dengan gigi, kuku, menyembelih dihadapan binatang lainnya atau mengasah alat di depannya.
Dalam masalah pakaian dan perhiasan
Larangan berlebih-lebihan dalam berpakaian, memakai emas bagi laki-laki, melarang memakai pakaian setengah telanjang atau berjalan dengan telanjang, larangan menyingkap betis. Larangan isbal ( memanjangkan pakaian di bawah mata kaki ) dalam berpakaian karena sombong dan memakai baju agar dikenal.
Larangan mengumpat, meremehkan, memanggil dengan panggilan gelar yang buruk, mengguncing, mengadu domba, mengejek orang, berbangga diri dengan kedudukan, mengejek keturunan, larangan mengolok-olok, berkata jorok, begitu juga berbuat kejelekan secara terang-terangan dari ucapan melainkan orang yang didholimi.